Pada tahun 2012, seorang jurnalis Angola bernama Rafael Marques de Morais diam-diam meluncurkan sebuah buku berjudul ‘Blood Diamonds: Corruption and Torture in Angola’ yang menunjukkan keterlibatan pemerintah Angola dalam perdagangan blood diamond setelah melakukan penelitian yang mendalam. Dalam buku tersebut juga dibuka fakta bahwa tentara Angola telah membantai seluruh penduduk sebuah desa karena mereka tidak mau pindah dari tanah kaya berlian yang mereka tempati. Alih-alih melakukan penyelidikan atas tuduhan tersebut, pemerintah Angola malah menghukum Rafael selama 9 tahun penjara.
Agar buku-buku Rafael tidak ada yang membaca, selain melarang peredarannya, pemerintah juga telah menyita 500 copy yang sudah terjual. Untungnya masih ada beberapa copy buku Rafael yang berhasil diselundupkan keluar negeri hingga masyarakat dunia kini tahu akan kisahnya. (sumber)

Advertisements