Nayirah, bisa saja dikategorikan sebagai kunci yang kita kenal dengan api sulut dari apa yang dialami Irak saat ini. Sebuah propaganda senilai 10 Juta Dollar Amerika yang dibayarkan kepada Agensi Amerika oleh Pemerintahan Kuwait, atas nama Kemanusiaan. Saud Bin Nasir Al-Sabah, duta besar Kuwait untuk Amerika. Memiliki putri dengan nama Terakhir Al-Sabah, dan nama Pertamanya adalah Nayirah. Nayirah, dengan pengakuan palsunya mengenai kematian 300 bayi tak bernyawa di sebuah rumah sakit di Kuwait oleh tentara irak yang kemudian terbukti menjadi sebuah propaganda terbesar sepanjang abad.

Akibat dari pengakuan Nayirah, Serangan bertubi-tubi terjadi di Irak oleh pasukan Amerika di bawah kampanye Geoge W Bush Junior yang berjudul pemberantasan terorisme, pemusnahan senjata massal, pembebasan rakyat irak dari Tirani.

Sidang dengar pendapat yang dilakukan oleh Nayirah, adalah di bawah Komite yang dikenal dengan nama Sidang Hak Azasi manusia Caucus perlu dipertanyakan yang menyembunyikan nama belakang dari Nayirah adalah sebuah kemungkinan bentuk konspirasi internasional lainnya, bagaimana Sidang tersebut menutupi conflict of interest antara hubungan Nayirah, dan sang Duta Besar Kuwait yakni putri kandungnya (Artinya Negara Kuwait sebagai satu kesatuan)

Rendon Group, raja Media di Amerika menerima dana sebesar 100 ribu dollar (Pada tahun 1990), setiap bulan sebagai bagian dari propaganda, oleh Kuwait untuk mengarahkan media, yang pada akhirnya membuat rakyat amerika bersatu untuk melawan sebuah kekuatan yang dikenal dengan “Tirani saddam Husein”.

Irak teluk negara yang kaya akan minyak, ditenggarai bersengketa dengan Kuwait, menjadi awal darah bagi Irak, manakala pencurian yang dilakukan Kuwait berimbas pada kemarahan komandan tertinggi irak pada masa itu, Saddam Husein yang kita ketahui berakhir di tiang gantungan di bawah pemerintahan Amerika George Bush. Irak yang melakukan perlawanan kepada Kuwait karena mencuri minyaknya dibalas dengan pernyataan dan Pengakuan Nayirah dan gerakan propaganda senyap yang paling efektif dan menghancurkan irak pada kondisi yang kita kenal saat ini.

Bukan hanya Rendon Group yang memonetisasi Media, demi kepentingan propaganda ini, Kongres Amerika juga disusupi oleh Firma Neil dan Co yang dibiayai sebesar 50 ribu dollar setiap bulan. Sam Zakhem, mantan duta besar Amerika menyalurkan kurang lebih 7.7 Juta dollar Amerika untuk melancarkan kampanye yang kita kenal dengan Serangan Amerika ke Irak.

 

Kehancuran Irak yang mulai terlihat yang dimulai pada 20 Maret 2003 dimulai dari serangan laut ke teluk irak. Serangan dan perang yang timpang dengan persenjataan Amerika yang muktahir dan pendanaan 400 Miliar dolar AS, berbanding dengan peralatan Irak dengan jumlah biaya operasi 41,4 Milliar Dolar AS. Serangan super timpang ini digagasi amerika di bawah koalisi negara-negara besar di Dunia yakni Amerika, Australia, Inggris, dan Polandia.

Di bawah sebuah koverasi mengenai Adanya kemungkinan Senjata Pemusnah massal dan Kepemilikan senjata biologi oleh Irak yang dikenal dengan Antrax, di bawah kongres Presiden Amerika saat itu berhasil memenangkan propaganda untuk melancarkan serangan ke basis budaya islam terbesar di dunia, Irak.

berakhir simbolis pada penangkapan Presiden irak Saddam Husein atas Tuduhan Kejahatan Kemanusiaan.

Advertisements